Video perayaan Valentine SMA N2 Lintong nihuta
Gak basa basi nih gan ni videonya:
Gimana Kalo youtube ini:
http://www.youtube.com/watch?v=Fgh6Pj2LuQc
Nih Lagu ciptaan Siswa/i Kreatif SMA...
Breaking News
videos
Flicker Images
Find Us OIn Facebook
New Design
Sunday, 30 March 2014
Temukan Penderita TB/ Tuberkulosis Sejak Dini

Temukan Penderita TB/ Tuberkulosis Sejak Dini
Imbauan akan bahaya merokok bagi kesehatan
sudah sering digembar-gemborkan baik itu di iklan media massa, TV,
radio, baliho di pinggir...

Nge-Blog itu Asyikkkk LoooooooooOh...!
Beda ya nulis di blog sama buat ikutan lomba blog atau dikirim ke
media. Ada rasa takut salah, kurang pas, dll. Tapi kalau nulis di blog,
entah kenapa...

WASPADALAH DENGAN PIKIRAN ANDA
Pernahkah
Anda mendengar penyakit GERD? Ya, GERD singkatan dari Gastroesophageal
Reflux Disease. Selain dipicu oleh pola makan dan gaya hidup yang salah,
pikiran...
Cara Memasang Icon Facebook,Twitter, dan RSS Feed Melayang di Blog
Cara Memasang Icon Facebook, Twitter, dan RSS Feed Melayang di Blog
- Sebuah blog akan terasa lengkap jika didalamnya tercantum...
SMA N2 Lintong Nihuta, SMA yang di Proyeksikan menjadi SMA Plus,

SMA N2 Lintong Nihuta, SMA yang di Proyeksikan menjadi...
Subscribe to:
Posts (Atom)
Valentine SMA N2 Lintong nihuta
Video perayaan Valentine SMA N2 Lintong nihuta
Gak basa basi nih gan ni videonya:
Gimana Kalo youtube ini:
http://www.youtube.com/watch?v=Fgh6Pj2LuQc
Nih Lagu ciptaan Siswa/i Kreatif SMA N2 LintongNihuta
http://www.youtube.com/watch?v=dqMaoSrzuSw
Gak basa basi nih gan ni videonya:
http://www.youtube.com/watch?v=Fgh6Pj2LuQc
Nih Lagu ciptaan Siswa/i Kreatif SMA N2 LintongNihuta
http://www.youtube.com/watch?v=dqMaoSrzuSw
Temukan Penderita TB/ Tuberkulosis Sejak Dini
Temukan Penderita TB/ Tuberkulosis Sejak Dini
Imbauan akan bahaya merokok bagi kesehatan
sudah sering digembar-gemborkan baik itu di iklan media massa, TV,
radio, baliho di pinggir jalan, bahkan sampai pada bungkus rokoknya
sendiri terdapat imbauan itu. Namun, nampaknya hal itu sering diabaikan
oleh para pecandu rokok sendiri.
Ketika sedang mengantri di apotik,
aku duduk bersebelahan dengan seorang kakek yang membawa foto rontgen.
Dia sedang asyik merokok sambil sesekali batuk-batuk. “Orang sakit kok
masih merokok saja,” gumamku.
Berikut ini hasil pembicaraanku dengannya :
Aku : Mbah, habis rontgen ya? Sakit apa mbah?
Mbah : Prostat nduk
Aku : Oh, prostat (kupikir TBC). Tapi, mbah lagi sakit kok masih merokok saja? Apa enggak takut kena TB/Tuberkulosis?
Mbah : BB? Mbah ga punya BB nduk, ora mudeng aku
Aku : Oalah mbah…mbah! TB mbah... TB! Bukan BB (waduh, musti pake TOA ini )
Mbah : Oh, hihi TB to? Maklum nduk, mbah sudah tua, tidak terlalu dengar. Tapi TB itu apa, nduk?
Aku : TB itu singkatan dari Tuberkulosis, mbah. Hati-hati, itu penyakit menular lho mbah.
Mbah: Nular? Ah, masa?
Aku : Lho, mbah e nih enggak percaya. TB/Tuberkulosis
itu ya mbah, bisa menular melalui udara, ketika bersin, meludah, atau
ketika bicara berhadapan seperti ini tanpa masker. Penyakit ini bisa
mematikan lho kalau tidak segera diobati.
Selain itu pecandu rokok seperti mbah ini bisa rentan terkena TB/Tuberkulosis juga,
karena merokok itu bisa menurunkan daya tahan tubuh kita. Sel-sel
pernafasan perokok itu rentan terkena gangguan atau kerusakan sehingga
pecandu rokok rentan tertular infeksi khususnya TB/Tuberkulosis.
Seseorang yang berdekatan/ terkena asap rokok lebih mudah tertular TB/ Tuberkulosis dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.
Mbah : Oh, pantesan kamu pakai tutup hidung yo nduk, apa itu tadi namanya?
Aku : Masker, mbah. Ya, aku pakai masker untuk melindungi diri agar tidak tertular kuman penyebab TB/ Tuberkulosis,
karena kuman yang masuk dalam tubuh kita bisa berkembangbiak, lamanya
dari terkumpulnya kuman sampai timbulnya gejala penyakit itu bisa
memakan waktu berbulan-bulan bahkan sampai tahunan.
Mbah : Kuman apa lagi itu nduk?
Aku : Nama kumannya itu Mycobacterium tuberculosis.
Mbah : Wah jenenge kok angel men, yo?
Aku :
Ya mbah, kuman ini berbentuk batang yang sifatnya tahan asam jadi
dinamakan Batang Tahan Asam (BTA). Ini lho bentuknya seperti ini:

sumber: google
Mbah : Oh gitu, kog ngeri gitu ya bentuknya. Lha itu siapa yang menemukan kuman-kuman itu?

sumber: wikipedia
Aku : Ini lho mbah tak tunjukkan fotonya ya, namanya Robert Koch,
ahli mikrobiologi asal Jerman. Sesuai nama penemunya oleh sebab itu
bakteri ini disebut bakteri Koch dan dia juga memberi nama lain pada
penyakit TB ini dengan nama Koch Pulmonum (KP).
Dia menemukan bakteri ini tepat pada tanggal 24 Maret 1882. Makanya, setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari TB/Tuberkulosis sedunia, mbah.
Indonesia sendiri tercatat sebagai
negara ke-4 terbesar di dunia dalam kasus TBC. Kepadatan penduduk
memberi peluang besar dalam penularan TB/Tuberkulosis, itu kata Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, dalam Kick Off Forum Stop TB Partnership di Jakarta (30/5/13).
Setiap tahun, ada sekitar 9 juta
orang terkena TBC dan 3 juta diantaranya tidak mendapat pelayanan medis.
Mereka yang tidak terjangkau ini bisa meninggal jika tidak segera
ditolong. Sedangkan yang lain yang masih hidup dan terjangkit TB/Tuberkulosis bisa menularkan kuman TB-nya ke orang lain di sekitarnya.
Jika mereka yang tidak terjangkau ini tidak segera ditolong maka jumlah pengidap TB/Tuberkulosis akan terus bertambah .
Mbah : Wah, kasihan betul ya. Lha terus yang tidak terjangkau ini siapa saja nduk?
Aku : Mereka yang tidak terjangkau diantaranya :
- Pengidap TBC yang tidak mendapat akses kesehatan
sama sekali. Penyebabnya misalnya : kemiskinan, terdiskriminasi,
tingkat kewaspadaan dan pengetahuan mengenai penyakit TBC yang rendah
sehingga tidak tahu kapan dan mengapa harus mencari bantuan tenaga kesehatan, terbatasnya layanan kesehatan
dan pendistribusian yang tidak merata, kesulitan ekonomi: biaya
pengobatan, biaya transportasi dan hilangnya pendapatan, konflik dan
rasa kecurigaan.
- Pengidap TBC yang tidak terdiagnosa
karena tidak dilakukannya pemeriksaan penunjang diagnosa TBC. Hal ini
disebabkan karena gagalnya mengidentifikasi gejala dan tanda penyakit
TB, tidak akuratnya alat diagnostik penyakit TBC, dan sulitnya akses ke
pemeriksaan penunjang.
- Pengidap TBC tidak tercatat apakah sudah diobati atau belum meski sudah terdiagnosa . Hal ini disebabkan karena tidak adanya kerjasama dokter pribadi, laborat, rumah sakit, dan layanan kesehatan
publik atau pemerintah atau lembaga non pemerintah , lemahnya sistem
pencatatan/ pelaporan. Tidak adanya suatu kewajiban untuk pelaporan
kasus penyakit TBC oleh para penyelenggara layanan kesehatan
Oya, kalau boleh tahu mbah ini usianya berapa ya?
Mbah : Aku? Aku masih sweet sepentin (17)
Aku : Ah ngarang ah mbahe ini
. Masa sweet seventeen kok rambutnya udah putih semua. Ini uban apa semiran?
Mbah: Hihi, kamu bisa aja nduk. Umurku 54 tahun, nduk
Aku : Nah, cocok itu. Biasanya TB menyerang usia-usia produktif antara 15-55 tahun.
Mbah : Wah jangan nakut-nakuti mbah to nduk. Terus, gejalanya itu apa saja nduk kalau kena TB ini?
Aku :
Gejalanya macem-macem mbah. Umumnya itu batuk lebih dari 3 minggu, demam
disertai keringat dingin di malam hari, nafsu makan berkurang
akibatnya jadi lemas dan berat badannya menurun. Badannya jadi kurus
mbah.
Nah, selain itu juga ada gejala khususnya, diantaranya :
- Nyeri dada : jika terdapat cairan di rongga pembungkus paru-paru/ pleura
- Sesak nafas/ mengi : bila terjadi
sumbatan pada saluran yang menuju ke paru-paru (bronkus) akibat
penekanan kelenjar getah bening yang membesar
- Keluar nanah : Jika infeksi mengenai tulang dimana membentuk saluran dan bermuara pada kulit diatasnya.
- Meningitis pada anak yang mana gejalanya adalah demam tinggi, kejang-kejang, dan tak sadarkan diri
Mbah:
Wah aku juga pernah merasakan gejala itu nduk. Aku pikir malah batuk
biasa. Sampai aku obati jeruk nipis sama kecap. Tapi kok tidak
sembuh-sembuh juga. Tapi, kok kamu bisa tahu tentang TB ini darimana nduk?
Aku : Begini mbah, kebetulan ayahku adalah mantan penderita TB/ Tuberkulosis. Beliau pernah minum obat TB,
tapi tidak teratur dan akhirnya putus obat karena waktu itu aku bekerja
di luar kota, jadi tidak ada yang mengawasi cara minum obat TB ayahku .
Padahal setahuku obat TB
itu tidak boleh putus atau harus diminum secara teratur selama 6 bulan.
Ayahku sering batuk tapi untungnya tidak sampai mengeluarkan darah.
Selain itu beliau juga sering sesak nafas, nafsu makannya berkurang dan
sering merasa lemas, berat badannya pun menurun. Beliau merasa tidak
nyaman di tenggorokannya seperti ada reak yang susah keluar.
Setelah aku bujuk kembali untuk
berobat lagi akhirnya beliau mau dan berjanji akan minum obatnya secara
teratur. Ketika kuantar berobat ke puskesmas, ayahku diberi sebuah wadah
kecil (pot) untuk periksa dahak.
Karena ayah susah mengeluarkan
dahaknya padahal harus diperiksa maka aku pun berkonsultasi pada dokter
tentang masalah ini dan dokter menyarankan untuk minum teh manis hangat
dan memberi obat untuk membantu mengeluarkan dahak.
Ada 3 spesimen dahak yang
dikumpulkan dalam 2 hari kunjungan yaitu Sewaktu-Pagi-Sewaktu. Maksudnya
dahak pagi saat kunjungan pertama ke puskesmas, dahak ketika bangun
tidur, dan dahak sewaktu datang ke puskesmas lagi.
Hasil lab tidak bisa langsung
keluar hari itu juga. Kami harus menunggu selama 3 hari kemudian kami
kembali lagi ke puskesmas untuk mengambil hasil pemeriksaan dahak
ayahku. Ternyata hasilnya Batang Tahan Asam Positif (BTA+).
Setelah itu beliau mendapat surat
rujukan untuk rontgen paru di rumah sakit dan pemeriksaan lanjutannya di
Balai Pengobatan Pemberantasan Penyakit Paru-Paru (BP4). Ternyata
hasilnya gelembung paru ayahku mengempis dan ada bekas flek TB yang
belum hilang.
Mau tak mau beliau harus menjalani
pengobatan rutin selama kurang lebih 6 bulan dan harus diawasi agar
tidak lupa minum obat karena bakterinya bisa kebal kalau ayahku lalai
minum obat antibiotiknya. Dan bila sudah begitu maka dosis harus
dinaikkan dan mengulang kembali dari awal.
Jadi pengobatannya harus benar-benar
diperhatikan. Setelah 6 bulan itupun obat tidak langsung bisa
dihentikan begitu saja, tetapi harus konsultasi ke dokter lagi untuk
mengetahui apa masih perlu minum obat atau tidak.
Ini ada video iklan PMO nya
Ayahku butuh waktu setahun untuk
terapi obat ini. Dan untuk membantu pemulihan, setiap pagi hari ayahku
berjemur di bawah sinar matahari agar bakterinya mati. Vitamin D rupanya
dapat membantu mematikan bakteri penyebab TB/Tuberkulosis dan tentunya harus dibantu obat antibiotik agar efektif ya.
Syukurlah karena cepat dideteksi
akhirnya kondisi ayahku sudah mulai membaik saat ini. Tapi sekarang di
puskesmas saja juga sudah bisa berobat TB/Tuberkulosis gratis kok mbah dengan program DOTS yang direkomendasikan oleh WHO sejak 1995.
Mbah : Gratis? Wah mbah juga pecinta gratisan nih nduk. DOTS? Kalau dibalik jadi STOP ya nduk.
Aku : Iya mbah. Stop TB/Tuberkulosis maksudnya. Nah, DOTS itu sendiri singkatan dari Directly Observed Treatment Shortcourse Chemotherapy.
Mbah : Oh begitu, lalu apa langkah yang perlu kita lakukan kalau menemukan orang yang terjangkit TB/Tuberkulosis?
Aku : Pertanyaan yang bagus, mbah. Langkah yang perlu kita lakukan jika menemukan pasien TB/Tuberkulosis yaitu :

pinjam & edit gambar oleh penulis sendiri
- Bawa pasien segera berobat ke dokter supaya cepat mendapat pengobatan secara rutin.
- Awasi minum obat secara ketat
- Beri makanan bergizi pada pasien TB/Tuberkulosis
- Sirkulasi udara dan sinar matahari di rumah harus baik.
- Hindarkan kontak dengan percikan batuk penderita
- Jangan menggunakan alat-alat makan/minum/mandi bersamaan.
Mbah : Wah, berarti selama ini aku termasuk pasien yang tidak terjangkau yang tidak tahu apa-apa tentang TB/Tuberkulosis. Untung kamu beritahu nduk, wes kalau begitu tak ndang periksa ah selak kasep.
Aku : Lho mbah…mbah.. foto rontgennya ketinggalan.
Mbah : Titip duluuuu…(Kakek itu langsung membuang puntung rokoknya dan lari ke ruang dokter SPPD sampai sarungnya hampir lepas.)
Temukan penderita TB/Tuberkulosis lainnya yang mungkin ada di lingkungan sekitar kita, bisa teman, kenalan, atau bahkan anggota keluarga kita sendiri.
Segera bawa ke rumah sakit agar penderita TB/Tuberkulosis dapat ditangani dan disembuhkan. Penangan sejak dini dapat membantu mengurangi angka kematian penderita akibat TB/Tuberkulosis di dunia.
Bergabunglah dengan forum STOP TB Partnership yang dapat diakses melalui:
Website: www.stoptbindonesia.org
Facebook: Stop TB Indonesia
Twitter: @stopTBIndonesia
Dukung dan suarakan aksi peduli TB/Tuberkulosis dengan menemukan orang-orang yang terjangkit TB/Tuberkulosis. Mari, kita dukung gerakan Indonesia bebas TB/Tuberkulosis mulai sekarang.
Berikut ini hasil pembicaraanku dengannya :
Aku : Mbah, habis rontgen ya? Sakit apa mbah?
Mbah : Prostat nduk
Aku : Oh, prostat (kupikir TBC). Tapi, mbah lagi sakit kok masih merokok saja? Apa enggak takut kena TB/Tuberkulosis?
Mbah : BB? Mbah ga punya BB nduk, ora mudeng aku
Aku : Oalah mbah…mbah! TB mbah... TB! Bukan BB (waduh, musti pake TOA ini )
Mbah : Oh, hihi TB to? Maklum nduk, mbah sudah tua, tidak terlalu dengar. Tapi TB itu apa, nduk?
Aku : TB itu singkatan dari Tuberkulosis, mbah. Hati-hati, itu penyakit menular lho mbah.
Mbah: Nular? Ah, masa?
Aku : Lho, mbah e nih enggak percaya. TB/Tuberkulosis itu ya mbah, bisa menular melalui udara, ketika bersin, meludah, atau ketika bicara berhadapan seperti ini tanpa masker. Penyakit ini bisa mematikan lho kalau tidak segera diobati.
Selain itu pecandu rokok seperti mbah ini bisa rentan terkena TB/Tuberkulosis juga, karena merokok itu bisa menurunkan daya tahan tubuh kita. Sel-sel pernafasan perokok itu rentan terkena gangguan atau kerusakan sehingga pecandu rokok rentan tertular infeksi khususnya TB/Tuberkulosis.
Seseorang yang berdekatan/ terkena asap rokok lebih mudah tertular TB/ Tuberkulosis dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.
Mbah : Oh, pantesan kamu pakai tutup hidung yo nduk, apa itu tadi namanya?
Aku : Masker, mbah. Ya, aku pakai masker untuk melindungi diri agar tidak tertular kuman penyebab TB/ Tuberkulosis, karena kuman yang masuk dalam tubuh kita bisa berkembangbiak, lamanya dari terkumpulnya kuman sampai timbulnya gejala penyakit itu bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan sampai tahunan.
Mbah : Kuman apa lagi itu nduk?
Aku : Nama kumannya itu Mycobacterium tuberculosis.
Mbah : Wah jenenge kok angel men, yo?
Aku : Ya mbah, kuman ini berbentuk batang yang sifatnya tahan asam jadi dinamakan Batang Tahan Asam (BTA). Ini lho bentuknya seperti ini:
![]() |
sumber: google |
Mbah : Oh gitu, kog ngeri gitu ya bentuknya. Lha itu siapa yang menemukan kuman-kuman itu?
![]() |
sumber: wikipedia |
Dia menemukan bakteri ini tepat pada tanggal 24 Maret 1882. Makanya, setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari TB/Tuberkulosis sedunia, mbah.
Indonesia sendiri tercatat sebagai negara ke-4 terbesar di dunia dalam kasus TBC. Kepadatan penduduk memberi peluang besar dalam penularan TB/Tuberkulosis, itu kata Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, dalam Kick Off Forum Stop TB Partnership di Jakarta (30/5/13).
Setiap tahun, ada sekitar 9 juta orang terkena TBC dan 3 juta diantaranya tidak mendapat pelayanan medis. Mereka yang tidak terjangkau ini bisa meninggal jika tidak segera ditolong. Sedangkan yang lain yang masih hidup dan terjangkit TB/Tuberkulosis bisa menularkan kuman TB-nya ke orang lain di sekitarnya.
Jika mereka yang tidak terjangkau ini tidak segera ditolong maka jumlah pengidap TB/Tuberkulosis akan terus bertambah .
Mbah : Wah, kasihan betul ya. Lha terus yang tidak terjangkau ini siapa saja nduk?
Aku : Mereka yang tidak terjangkau diantaranya :
- Pengidap TBC yang tidak mendapat akses kesehatan sama sekali. Penyebabnya misalnya : kemiskinan, terdiskriminasi, tingkat kewaspadaan dan pengetahuan mengenai penyakit TBC yang rendah sehingga tidak tahu kapan dan mengapa harus mencari bantuan tenaga kesehatan, terbatasnya layanan kesehatan dan pendistribusian yang tidak merata, kesulitan ekonomi: biaya pengobatan, biaya transportasi dan hilangnya pendapatan, konflik dan rasa kecurigaan.
- Pengidap TBC yang tidak terdiagnosa karena tidak dilakukannya pemeriksaan penunjang diagnosa TBC. Hal ini disebabkan karena gagalnya mengidentifikasi gejala dan tanda penyakit TB, tidak akuratnya alat diagnostik penyakit TBC, dan sulitnya akses ke pemeriksaan penunjang.
- Pengidap TBC tidak tercatat apakah sudah diobati atau belum meski sudah terdiagnosa . Hal ini disebabkan karena tidak adanya kerjasama dokter pribadi, laborat, rumah sakit, dan layanan kesehatan publik atau pemerintah atau lembaga non pemerintah , lemahnya sistem pencatatan/ pelaporan. Tidak adanya suatu kewajiban untuk pelaporan kasus penyakit TBC oleh para penyelenggara layanan kesehatan
Mbah: Wah aku juga pernah merasakan gejala itu nduk. Aku pikir malah batuk biasa. Sampai aku obati jeruk nipis sama kecap. Tapi kok tidak sembuh-sembuh juga. Tapi, kok kamu bisa tahu tentang TB ini darimana nduk?
Aku : Begini mbah, kebetulan ayahku adalah mantan penderita TB/ Tuberkulosis. Beliau pernah minum obat TB, tapi tidak teratur dan akhirnya putus obat karena waktu itu aku bekerja di luar kota, jadi tidak ada yang mengawasi cara minum obat TB ayahku .
Padahal setahuku obat TB itu tidak boleh putus atau harus diminum secara teratur selama 6 bulan. Ayahku sering batuk tapi untungnya tidak sampai mengeluarkan darah. Selain itu beliau juga sering sesak nafas, nafsu makannya berkurang dan sering merasa lemas, berat badannya pun menurun. Beliau merasa tidak nyaman di tenggorokannya seperti ada reak yang susah keluar.
Setelah aku bujuk kembali untuk berobat lagi akhirnya beliau mau dan berjanji akan minum obatnya secara teratur. Ketika kuantar berobat ke puskesmas, ayahku diberi sebuah wadah kecil (pot) untuk periksa dahak.
Karena ayah susah mengeluarkan dahaknya padahal harus diperiksa maka aku pun berkonsultasi pada dokter tentang masalah ini dan dokter menyarankan untuk minum teh manis hangat dan memberi obat untuk membantu mengeluarkan dahak.
Ada 3 spesimen dahak yang dikumpulkan dalam 2 hari kunjungan yaitu Sewaktu-Pagi-Sewaktu. Maksudnya dahak pagi saat kunjungan pertama ke puskesmas, dahak ketika bangun tidur, dan dahak sewaktu datang ke puskesmas lagi.
Hasil lab tidak bisa langsung keluar hari itu juga. Kami harus menunggu selama 3 hari kemudian kami kembali lagi ke puskesmas untuk mengambil hasil pemeriksaan dahak ayahku. Ternyata hasilnya Batang Tahan Asam Positif (BTA+).
Setelah itu beliau mendapat surat rujukan untuk rontgen paru di rumah sakit dan pemeriksaan lanjutannya di Balai Pengobatan Pemberantasan Penyakit Paru-Paru (BP4). Ternyata hasilnya gelembung paru ayahku mengempis dan ada bekas flek TB yang belum hilang.
Mau tak mau beliau harus menjalani pengobatan rutin selama kurang lebih 6 bulan dan harus diawasi agar tidak lupa minum obat karena bakterinya bisa kebal kalau ayahku lalai minum obat antibiotiknya. Dan bila sudah begitu maka dosis harus dinaikkan dan mengulang kembali dari awal.
Jadi pengobatannya harus benar-benar diperhatikan. Setelah 6 bulan itupun obat tidak langsung bisa dihentikan begitu saja, tetapi harus konsultasi ke dokter lagi untuk mengetahui apa masih perlu minum obat atau tidak. Ini ada video iklan PMO nya
Ayahku butuh waktu setahun untuk terapi obat ini. Dan untuk membantu pemulihan, setiap pagi hari ayahku berjemur di bawah sinar matahari agar bakterinya mati. Vitamin D rupanya dapat membantu mematikan bakteri penyebab TB/Tuberkulosis dan tentunya harus dibantu obat antibiotik agar efektif ya.
Syukurlah karena cepat dideteksi akhirnya kondisi ayahku sudah mulai membaik saat ini. Tapi sekarang di puskesmas saja juga sudah bisa berobat TB/Tuberkulosis gratis kok mbah dengan program DOTS yang direkomendasikan oleh WHO sejak 1995.
Mbah : Gratis? Wah mbah juga pecinta gratisan nih nduk. DOTS? Kalau dibalik jadi STOP ya nduk.
Aku : Iya mbah. Stop TB/Tuberkulosis maksudnya. Nah, DOTS itu sendiri singkatan dari Directly Observed Treatment Shortcourse Chemotherapy.
Mbah : Oh begitu, lalu apa langkah yang perlu kita lakukan kalau menemukan orang yang terjangkit TB/Tuberkulosis?
Aku : Pertanyaan yang bagus, mbah. Langkah yang perlu kita lakukan jika menemukan pasien TB/Tuberkulosis yaitu :
![]() |
pinjam & edit gambar oleh penulis sendiri |
- Bawa pasien segera berobat ke dokter supaya cepat mendapat pengobatan secara rutin.
- Awasi minum obat secara ketat
- Beri makanan bergizi pada pasien TB/Tuberkulosis
- Sirkulasi udara dan sinar matahari di rumah harus baik.
- Hindarkan kontak dengan percikan batuk penderita
- Jangan menggunakan alat-alat makan/minum/mandi bersamaan.
Dukung dan suarakan aksi peduli TB/Tuberkulosis dengan menemukan orang-orang yang terjangkit TB/Tuberkulosis. Mari, kita dukung gerakan Indonesia bebas TB/Tuberkulosis mulai sekarang.
Nge-Blog itu Asyikkkk LoooooooooOh...!
Beda ya nulis di blog sama buat ikutan lomba blog atau dikirim ke
media. Ada rasa takut salah, kurang pas, dll. Tapi kalau nulis di blog,
entah kenapa kata-katanya bisa mengalir gitu aja. Bebas ketak ketik, apa
yang di dalam pikiran langsung tertuang di dalam sebuah halaman word
yang akhirnya terpublish di blog. Entah kenapa kalau nulis di blog bisa
ketagian gitu dan betah banget ngeblog berasa curhat ke temen yang bikin
nyaman.
Blog adalah diary online yang dibaca
semua orang di seluruh dunia. Oleh sebab itu di blog saya kasih widget
terjemahan. Entar kalau ada orang luar negeri baca blog saya tinggal
ubah bahasanya aja langsung deh terganti semua. Cobain aja :D
. Tapi emang beda ya terjemahan Google sama terjemahan penerjemah. Tentu
aja bagusan penerjemah donk. Kalau di google terjemahannya kadang lucu.
Lucunya gimana entahlah susah menjelaskan kalau tidak mengamati
sendiri.
Perasaan baru kemarin saya mulai
ngeblog ternyata udah setahun. Ya saya mulai ngeblog tepat di bulan
Maret tahun lalu (2013) dan awam banget apa itu blog. Template pertama
yang kupake template sederhananya blogger, terus ganti template
downloadan anime jepang, terakhir balik lagi ke template simple blogger,
cuma bedanya sekarang dimodifikasi.
Banyak kode script yang saya pasang
di blog ini. Pernah juga saya bolak-balik mengalami bentrok kode script
karena main sembarangan aja pasang kode berkat ikutin tutorial di
google yang dicopas sana sini.
Saya heran sama orang-orang, entah
itu paham dengan aturan atau sengaja pengen melanggar aturan? Kemarin
saya pernah tulis di atas komentar, jangan pasang link hidup kalau
komen, karena itu bisa bikin berat loading blog saya, eh malah ditulis.
Terpaksa saya hapus. Kejam ya? Hihi, tegas bukan kejam :P ya apa ya demi
kenyamanan bersama gitu. Ga perlu pasang link hidup saya pasti tahu
asal pembaca dengan syarat ga pake nama anonymous aja kalau komentar.
Dan satu lagi kalau ada tutorial
yang ga kerja/ jalan diterapkan di blog Anda, ya mungkin ada bentrok
kode atau templatenya ga bisa dipasangi kode karena mungkin templatenya
downloadan luar. Saya pribadi tidak terlalu suka pakai template
downloadan, karena ga bisa dimodifikasi.
Dan juga hati-hati kalau sering ganti-ganti template. Saya punya blog
coba-coba uda berapa kali ganti template lama-lama rusak akhirnya
terpaksa saya hapus. Kalau postingannya masih sedikit ya ga eman, kalau
udah ratusan atau ribuan atau lebih mungkin, sayang banget kan.
Blog ini sudah menjadi curahan hati
saya selama setahun and I love my cutest blog. Gambar ilustrasi
kartunnya aku gambar sendiri karena takut kena blokir kalau asal ambil
vector orang lain yang ternyata dijual. Tahunya diblokir/ dihapus ya ada
tanda stop gitu terus gambarnya ilang deh.
Tombol back to topku juga buatanku sendiri. Pokoknya enak deh kalau
semua bikinan sendiri. Ada rasa puas gitu bisa belajar hal baru.
Mungkin aku sih ga terlalu rajin
posting, sudah ada kira-kira 300-an postingan yang kutulis sejak awal
ngeblog.
Alasan saya ngeblog itu buat apa sih?
Awalnya cuma karena iseng aja, pengen buat sendiri ya belajar otodidak.
Tanya temen juga pernah, banyak cara buat jadi bisa asal mau sediakan
waktu ekstra buat belajar sampe malam.
Alasan kedua karena pengen
menantang diri ikut lomba, yang ketiga terapi stress. Menulis itu adalah
cara mengungkapkan perasaan yang efektif selain curhat ke temen. Ya
sebenarnya sama aja sih, sama - sama dibaca orang lain.
Sejak saya ngeblog, saya jadi sering
dapat hadiah. Terutama hadiah Giveaway kayak buku, tas, kalender, kotak
makan & minum, baju, ya macam-macam itulah. Paling sering sih dapat
hadiah pulsa. Kalau lomba blog hasilnya bisa jutaan uang tunai. Saya
sendiri belum pernah bisa menang lomba blog hadiah jutaan atau bahkan
bisa traveling gratis gara-gara ngeblog. Pokoknya ngeblog itu asyik deh.
Kamu mau juga? (y)
WASPADALAH DENGAN PIKIRAN ANDA
Pernahkah
Anda mendengar penyakit GERD? Ya, GERD singkatan dari Gastroesophageal
Reflux Disease. Selain dipicu oleh pola makan dan gaya hidup yang salah,
pikiran memegang peranan penting dalam memicu GERD.
Sesuai judul diatas, betapa pentingnya
menjaga hati dan pikiran, karena pusat dari diri dalam diri kita ada di
kedua hal tersebut. Bagaimana tidak, orang yang tadinya sehat-sehat saja
mendadak bisa menjadi sakit hanya karena terlalu banyak pikiran/stres,
sedih atau shock ketika mendengar berita duka ataupun hal yang
membuatnya kecewa. Seseorang yang mengalami tekanan hidup yang berat
juga bisa menjadi sakit karena terus memikirkan masalah dan belum
menemukan jalan keluar. Pikiran menjadi buntu, kalut, dan frustasi serta
depresi. Jika sudah seperti itu nafsu makanpun hilang, jika nafsu makan
hilang asam lambung meningkat, dan terjadilah sakit maag, nyeri ulu
hati, dan yang lebih parah lagi adalah refluks asam dimana asam lambung
naik ke kerongkongan, tenggorokan jadi berasa seakan ada yang
mengganjal, nafas jadi sesak, susah menelan makanan. Rasanya makanan
yang sudah ditelan tak mau turun ke bawah karena asam lambung yang naik
ke kerongkongan tadi menekan ke atas. Jika sudah over bisa mual dan
muntah cairan asam lambung. Tidak berhenti sampai disitu saja, akan
banyak pantangan makan bagi penderita GERD ini, diantaranya mereka
diharuskan menghindari makanan berlemak seperti aneka seafood, keju,
susu, coklat, mentega, kacang tanah, makanan pedas, asam, kecut, dll.
Efek selanjutnya rasa tidak percaya dirinya pun menurun drastis,
paranoid, serba takut, psikosomatis.
Ada orang yang merasa badannya sakit,
detak jantungnya cepat, nyeri dada sebelah kiri, mulai muncul rasa cemas
berlebihan, “duh kalau sakit jantung gimana ya? Kalau mati gimana ya?”
pikiran negatif pun menghantui, tetapi anehnya ketika dicek EKG
jantungnya baik-baik saja. Lain waktu ia merasa sempoyongan, lemas,
letih, ketika dicek tekanan darahnya normal, semakin bingung lagi,
pemeriksaan dokter menyatakan semua normal tapi mengapa masih ada
perasaan tidak nyaman, badan masih terasa seperti orang sakit beneran.
Lalu kenapa ini? Ada apa sebenarnya dengan saya? Kondisi semacam inilah
yang dinamakan dengan psikosomatis.
Psikosomatis adalah sebuah kondisi di
mana sejumlah konflik psikis atau psikologis dan kecemasan menjadi sebab
dari timbulnya macam-macam penyakit jasmaniah atau justru membuat
semakin parahnya suatu penyakit jasmaniah yang sudah ada.
Ujung-ujungnya setelah menjalani
pemeriksaan ke dokter ahli mulai beralih datang ke psikiater dan minum
obat penenang. Padahal obat penenang itu tidak boleh dilepas begitu saja
tanpa petunjuk dokter. Selama Anda belum bisa menguasai diri dan
pikiran Anda, obat penenang akan terus diberikan dan jika Anda sudah
bisa menguasai diri barulah dokter akan menurunkan dosisnya. Itulah
kronologinya, semua berawal dari pikiran.
Orang yang stres/ banyak pikiran tidak
bisa menikmati hidup bebas seperti orang sehat. Pikirannya sakit
badannya ikut sakit. Kog bisa? Ya, krn jika sudah sakit seperti itu,
akan banyak pantangan makan. Justru makanan yang enak-enak yang tidak
boleh dimakan. Makanan berlemak makanan yang enak bukan? Inilah yang
saya maksud tidak bisa menikmati. Bisa beli makanan tapi ga bisa makan
makanan itu. Semahal apapun makanan itu mungkin kita bisa membelinya,
tapi kita tidak bisa membeli nikmatnya makan itu karena lambung menolak.
Tuhan itu sayang kepada umatNya, Ia ingin kita menikmati semua
berkat-Nya, Ia ingin kita tetap bersyukur dan bahagia. Tuhan menciptakan
kita dengan pencernaan dan tubuh yang sehat, namun karena pikiran
negatif, beban masalah, kurang bersyukur, kurang berserah, membuat kita
sakit sendiri. Hal-hal yang saya uraikan di atas yang sebenarnya tidak
perlu terjadi jika kita menyerahkan sepenuhnya beban persoalan kita
kepada Tuhan. Berdoa dan berserah kepada pencipta Hidup kita. Kita ini
manusia terbatas, ga bisa menyelesaikan masalah yang besar sendiri tanpa
pimpinan Tuhan. Belajar ikhlas, rileks, agar penyakit-penyakit tidak
mudah mendekat pada kita.
Waktu saya sakit dan karena tidak
kunjung sembuh, semua orang berkata, saya banyak pikiran. Waktu itu saya
sangat tersinggung dan marah. Karena saya merasa saya tidak memikirkan
apa-apa, saya hanya merasa ‘sakit’ tapi tidak ada yang mau mengerti
keluh kesah saya. Waktu saya muntah tiap hari dan saya ke dokter, dokter
bilang itu kebiasaan! Muntah kog kebiasaan? Waktu tenggorokan saya
berasa ada yang mengganjal setiap pagi, dokter bilang, “ah Cuma
perasaan mu saja.” Waktu saya datang ke tabib, dia baru lihat telapak
tangan saya, dia bilang, “banyak pikiran anak ini!” Berhari-hari saya
merenungkan, apa iya saya memang banyak pikiran? Waktu yang menjawab
semuanya. Ketika saya sudah melewati masa ‘sakit’ dan belajar bersyukur,
mendekatkan diri kepada Tuhan, pikiran saya tenang, saya mulai belajar
rileks, tidak terlalu keras kepala jika ada orang yang memberi nasehat,
perlahan-lahan saya mulai merasa sembuh dan akhirnya saya benar-benar
sembuh. Ada seseorang yang mengajarkan kepada saya untuk selalu berkata
positif setiap hari kepada diri saya sendiri. “Jangan bilang kamu takut,
bilang saya berani, saya kuat, saya sehat.” Dan itu saya ucapkan
berulangkali ketika rasa sakit itu datang.
Waktu saya ingin melepaskan
ketergantungan saya pada obat penenang yang dokter berikan, saya memang
tidak konsultasi dokter dulu, ini agak nekad #don’t try this at home”
waktu itu saya memang masih kos sendirian dan uang saya menipis karena
setiap seminggu sekali saya harus merogoh kocek Rp.250.000,- dan saya
harus memutuskan obat itu tiba-tiba, saya merasa sakit banget di sekujur
tubuh saya, oh ini yang namanya ketergantungan obat. Ketika saya masih
minum badan saya rasanya enak. Semangat, segar, tapi ketika waktunya
minum obat saya belum minum, badanku trsiksa rasanya. Ceritanya sudah 2
minggu saya konsumsi penenang yang diberikan dokter, dan obat itu
tinggal sekali minum. Setelah obat itu habis saya ga tau lagi krn uang
saya habis. Jadi saya malam itu memutuskan untuk tidak minum obat lagi.
Tiba-tiba saya ketakutan tidur di kamar kos sendirian, saya keluar kamar
dan masuk kamar temen kos saya. Entah kenapa saya berasa aneh, masa
keluar kamar saja takut? Mandi takut? Jantung saya berdegup kencang,
nyeri semua di lengan tangan kanan-kiri. Saya hanya bisa berdoa kepada
Tuhan, sambil menerima setiap rasa sakit itu. Saya tidak melawan rasa
itu. Butuh 3 hari untuk saya melepaskan ketergantungan obat itu,
akhirnya lepas juga. Ngeri ya? Oleh karena itu sekali lagi, jagalah
pikiran kita masing-masing. Jangan sampai stress berlarut-larut. Agar
apa yang terjadi pada saya menjadi pelajaran berharga untuk kita semua.
Betapa kita harus bersyukur kepada Tuhan
jika masih bisa hidup dengan bebas, mau makan apa saja mau pergi kemana
saja. Sejak saya sakit hingga sudah mulai sembuh namun tetap menjaga
makan. Saya masih belum berani keluar kota. Kadang jika melihat teman
bisa piknik/ rekreasi ke tempat-tempat wisata baik itu di dalam maupun
luar negeri saya hanya bisa menonton saja sambil berharap, kapan ya aku
bisa piknik seperti mereka? saya sudah merasakan dampak negatif dari
pikiran yang tidak mampu saya kendalikan sendiri. Oleh sebab itu jaga
pikiran kita masing-masing. Be positive thinking because it’s good for
all of you. Don’t worry be happy.
"Tulisan ini diikutsertakan dalam event 'Psychology Giveaway' yang diselenggarakan oleh d'Paresma"
Cara Memasang Icon Facebook,Twitter, dan RSS Feed Melayang di Blog
Cara Memasang Icon Facebook, Twitter, dan RSS Feed Melayang di Blog
- Sebuah blog akan terasa lengkap jika didalamnya tercantum akun sosmed
sang pemilik blog. Hehe..bener ga? Oke, langsung aja ya simak tutorial
berikut ini:
1. Masuk ke www.blogger.com,
isi email dan kata sandi Anda
2. Klik Tata Letak
3. Klik Tambah Gadget
4. Klik HTML/ Java Script
5. Copy kode script berikut ini → klik buka → Ctrl+C
kode script:
<div style="display:scroll; position:fixed; top:260px; left:-6px;"> <a class="linkopacity" href="https://www.facebook.com/brian.mybestfriend" target="_blank" rel="nofollow" title="Add me your facebook" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0"src="http://i239.photobucket.com/albums/ff304/cxoluvme/facebook_32.png"/></a><br /> <a class="linkopacity" href="https://sman2lintongnihuta.sch.id/" target="_blank" rel="nofollow" title="Add me your Twitter" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0"src="http://i239.photobucket.com/albums/ff304/cxoluvme/twitter.png" /></a><br /> <a class="linkopacity" href="http://zona-10-blogger.blogspot.com//" target="_blank" rel="nofollow" title="Newslater" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://i239.photobucket.com/albums/ff304/cxoluvme/feed.png" /></a><br /> </div>
6. Ganti tulisan yang berwarna hitam dengan alamat link facebook, twitter, dan blog Anda. Misalnya:
https://www.facebook.com/brian.mybestfriend
https://sman2lintongnihuta.sch.id/
https://zona-10-blogger.blogspot.com//
7. Paste kode (Ctrl+V) di dalam kotak HTML/ Java Script → Simpan
1. Masuk ke www.blogger.com,
isi email dan kata sandi Anda
2. Klik Tata Letak
3. Klik Tambah Gadget
4. Klik HTML/ Java Script
5. Copy kode script berikut ini → klik buka → Ctrl+C
6. Ganti tulisan yang berwarna hitam dengan alamat link facebook, twitter, dan blog Anda. Misalnya:
https://www.facebook.com/brian.mybestfriend
https://sman2lintongnihuta.sch.id/
https://zona-10-blogger.blogspot.com//
7. Paste kode (Ctrl+V) di dalam kotak HTML/ Java Script → Simpan
SMA N2 Lintong Nihuta, SMA yang di Proyeksikan menjadi SMA Plus,
SMA N2 Lintong Nihuta, SMA yang di Proyeksikan menjadi SMA Plus,
Visi:
Menjadi sekolah yang unggul dalam bidang akademik berstandar internasional dan pembentukan karakter mulia yang berkecakapan hidup.
Misi:
website:
Visi:
Menjadi sekolah yang unggul dalam bidang akademik berstandar internasional dan pembentukan karakter mulia yang berkecakapan hidup.
Misi:
- Menyelenggarakan pendidikan bermutu tingkat SMA melalui proses pembelajaran dan keahlian dengan menggunakan kurikulum berstandar nasional dan internasional.
- Menyelenggarakan proses belajar mengajar berkualitas baik dengan integrasi softskill untuk pembinaan karakter mulia dalam mencapai kecakapan hidup yang berdaya saing.
- Menyiapkan calon ilmuwan masa depan yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, agama, budaya, dan seni secara kreatif, inovatif, mandiri, dan proaktif serta mempunyai landasan iman yang teguh.
- Menyelenggarakan pembinaan minat dan bakat siswa untuk mencapai keunggulan sekolah dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, agama, budaya dan seni secara kreatif, inovatif, mandiri, dan proaktif serta mempunyai landasan iman yang teguh
- Menyelenggarakan manajemen sekolah dengan prinsip peningkatan berkelanjutan (Continuous Quality Improvement) yang sehat sesuai dengan tuntutan zaman, akuntabel, transparan, standard an baku yang dapat mendukung kegiatan akademik bermutu secara berkelanjutan.
- Menjalin kerjasama secara berkelanjutan dengan lembaga pendidikan, dunia usaha, industry, dan masyarakat dalam bidang pendidikan dan aspek keilmuan, keterampilan dan hubungan social.
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari segi keilmuan, praktek dan metode pengajaran yang memiliki budaya kerja yang nyaman, tanggap, peduli dan bertanggung jawab serta berusaha memberikan pelayanan secara professional dengan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan menerapkan sistem manajemen mutu.
- Menghasilkan siswa SMA yang memiliki keunggulan dalam bidang akademik, memiliki kemampuan bahasa Internasional, mempunyai softskill, bersaing secara global.
- Menghasilkan siswa SMA yang memiliki keunggulan bidang ilmu pengetahuan, keterampilan, dan bahasa internasional yang mampu bersaing secara unggul untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dan Perguruan Tinggi terkenal di Luar Negeri
- Menghasilkan siswa calon ilmuwan masa depan yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, agama, budaya dan seni kreatif, inovatif, mandiri, dan proaktif serta landasan iman yang teguh.
- Menghasilkan sumber daya manusia berkualitas unggul dalam moral, ilmu pengetahuan, teknologi, agama, budaya dan seni agar dapat bertindak jujur serta peduli terhadap sesama, lingkungan berdasarkan nilai-nilai hidup beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Menghasilkan siswa SMA yang serta berjiwa kepemimpinan, mampu mandiri dan belajar sepanjang hayat dengan kecakapan hidup (life skill) untuk dapat dipergunakan untuk bermasyarakat, pemenuhan cita-cita bangsa dan pengembangan karir.
- Menghasilkan siswa SMA unggul yang berkemampuan kompetitif tinggi dalam berbagai lomba ilmiah seperti olimpiade bidang ilmu pengetahuan (sain), seni, budaya, agama dan humaniora yang dapat meningkatkan citra Humbang Hasundutan di tingkat Nasional dan Internasional.
- Menghasilkan lulusan SMA yang memiliki karakter mulia, unggul dalam karya dan ide inovatif untuk memajukan keunggulan potensi Sumber Daya yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi potensi unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat dalam mempercepat pencapaian visi “Humbang Hasundutan Menjadi Daerah Yang Mandiri dan Sejahtera” dan Misi “Meningkatkan Profesionalisme dan Produktifitas Kerja Sumber Daya”
- Menghasilkan sekolah unggulan kebanggaan daerah dan wilayah yang dapat menjadi pedoman dan rujukan dalam pengelolaan persekolahan untuk peningkatan kemajuan pendidikan sehingga memiliki dampak yang positif sebagai agent of change dalam proses pembelajaran dan peningkatan kualiatas sumber daya manusia di Kabupaten Humbang Hasundutan.
website:
https://sman2lintongnihuta.sch.id/
Subscribe to:
Posts (Atom)